Categories:

Tim Debat Departemen Sosiologi mengikuti program Mimbar Mahasiswa yang disiarkan langsung di kanal Padang TV, Kamis (8/9). Mimbar Mahasiswa merupakan program siaran rutin mingguan yang dijadikan sebagai ajang bagi mahasiswa untuk berpikir kritis, berani beropini, dan melatih kemampuan dalam menganalisis isu-isu sosial.

Keterlibatan tim debat mahasiwa Departemen Sosiologi pada program ini, bukanlah yang pertama kalinya. Sebelumnya, Departemen Sosiologi juga sudah pernah mengirimkan tim delegasi debat mahasiswa untuk mengikuti program ini. Kali ini, Tim debat Departemen Sosiologi dihadapkan dengan tema “Kontroversi Penarikan Subsidi BBM Dialihkan ke BLT”. 

Tim debat Departemen Sosiologi yang diwakili oleh Maichel Firmansyah, Lismita dan Rintia adalah kelompok yang “Pro” terhadap isu tersebut. Sementara, Tim debat lawan dari Sekolah Tinggi Agama Islam dan Pendidikan Ilmu AlQuran (STAIPIQ) yang diwakili oleh Fajra Afka Dwitama, Mulia Siddiq dan Rahmayani adalah tim yang “Kontra”.

Masing-masing pembicara dari kubu pro dan kontra diberikan waktu untuk mengeluarkan argumentasinya. Masing-masing tim beradu argumen untuk mempertahankan posisinya masing-masing dengan memaparkan realitas dari berbagai sudut pandang masyarakat.

Program Mimbar Mahasiswa ini turut menghadirkan Malse Yulivestra, S.Sos., M.AP selaku dosen Ilmu Administrasi Publik FISIP Universitas Andalas sebagai panelis debat. Melalui program debat yang berlangsung selama lebih dari satu jam ini, Panelis mengapresiasi kekuatan argumentasi tim Pro yang didukung dengan data-data terbaru dan landasan teori yang relevan. 

“Diskusi isu sosial seperti ini juga harus menggunakan teori agar menunjukkan kita sebagai kelompok akademisi,” ungkap Panelis. Melalui perdebatan ini, penarikan subsidi BBM yang dialihkan ke BLT dipandang sebagai kebijakan yang diambil pemerintah dalam peran regulatifnya. Adapun pro dan kontra yang muncul setelahnya di masyarakat juga sama-sama dipandang sebagai respon yang wajar dalam setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah.  Sebagai penutup sesi debat, panelis mengajukan pertanyaan “Tepatkah waktunya bagi pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk mencabut subsidi BBM saat ini?” untuk kedua tim. Pertanyaan tersebut ditanggapi dengan kritis oleh kedua tim. Pada intinya, mereka sepakat bahwa masyarakat harus beradaptasi dengan kondisi ini sambil tetap memantau setiap langkah kebijakan yang diambil pemerintah. (RLS-EL)

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *